Pemberitahuan
Tolong dibaca ulang menu [Panduan] ada tutorial download terbaru untuk Zippyshare.
Link Download
Web belum pulih sepenuhnya masih banyak link mati. Jadi kalau kalian gak bisa download filenya silahkan berkomentar yaa itu sangat membantu.

Cinderella Tanpa Sepatu Kaca - Indah Hanaco

Gambar Produk
324 Halaman
Ukuran 24 Mb
“Hidup memang seperti sekumpulan teka-teki dengan jawaban yang sering kali tidak terduga.” (hlm. 268)

Bagi Astrid, semua kesulitan sudah dimulai sejak bertahun-tahun silam. Saat ibunya, Nenna memutuskan untuk mengkahiri masa berkabungnya yang panjang setelah kematian suaminya. Ayah Astrid, menjadi korban kecelakaan helikopter saat berada di Thailand. Menikah lagi dengan salah satu teman almarhum ayahnya, Nenna tampaknya memilih orang yang salah.

Suami kedua Nenna ternyata suka selingkuh. Samar-samar Astrid mengingat pertengkaran keduanya di masa lalu. Usianya saat itu masih berusia sekitar enam tahun. Rumah tangga itu hanya mampu bertahan kurang dari setahun. Nenna kembali menyandang predikat yang membuatnya kerap digoda lawan jenis. Hingga kemudian perempuan itu memutuskan jika sudah saatnya dia membutuhkan pendamping hidup lagi. Pilihan pun dijatuhkan pada orang yang selama bertahun-tahun pernah menjadi asisten ayahnya dulu yang bernama Dhandy.

Ternyata, saling kenal sekian lama tidak menjamin kita akan memahami seseorang dengan sempurna. Tetap saja ada sisi busuk yang bisa disembunyikan. Awalnya, semua tampak menjanjikan. Dhandy bersikap baik pada Astrid meski tidak mencurahkan perhatian yang berlebihan. Entah bagaimana, Dhandy yang tenang dan santun itu berubah drastis setelah kehadiran Willa, anak mereka.

Adu argumentasi makin tinggi frekuensinya hingga Astrid mulai akrab dengan lebam-lebam di sekujur tubuh Nenna. Bahkan setelah berlalu bertahun-tahun pun Astrid masih merasa ada yang melubangi dadanya tiap kali mengulang momen itu dalam ingatan. Dhandy jugalah yang sudah mendekatkan mereka pada penderitaan baru, kemiskinan. Harta peninggalan ayahnya ludes dalam beberapa tahun saja.

Peristiwa demi peristiwa itu pada akhirnya mengubah Astrid. Dulu, dia begitu menyukai dongeng yang rutin dibacakan ibunya saat kecil. Favoritnya adalah kisah Cinderella. Namun seiring perjalanan waktu, gadis itu belajar banyak. Bahwa dongeng memang terlalu jauh dari dunia nyata. Semua hal-hal buruk takkan bisa dituntaskan dengan kebaikan dan wajah menawan saja. Semua orang harus berjuang. Berperang. Takkan ada pangeran yang akan menyelamatkan hidupnya.

Itu yang membuat Astrid, perlahan tapi pasti, membenci segala hal yang berbau dongeng. Baginya, dongeng itu menebar harapan palsu. Nyaris semuanya diakhiri dengan ‘dan mereka hidup bahagia selama-lamanya’. Padahal, bahagia mustahil bertahan dalam hidup manusia tanpa dikelilingi kepahitan atau masalah.

Pertimbangan itu yang membuat Astrid tidak pernah memperkenalkan Willa pada dongeng. Apalagi sejak adiknya itu lahir, Nenna sendiri menghadapi banyak masalah. Willa tidak pernah ditidurkan dengan membaca dongeng yang dulu dilakukan sang ibu pada Astrid. Sang kakak yang lebih banyak mengambil alih tugas itu, memilih meninabobokan adiknya dengan nyanyian yang dihafalnya. Paling tidak, bagi Astrid, adiknya tumbuh menjadi anak yang lebih realistis di banding dirinya di masa lalu.

“Hal-hal buruk akan segera berakhir. Aku hanya perlu bekerja keras.” (hlm. 49)

“Makin keras bekerja, makin dekat dengan keajaiban.” (hlm. 69)

Tumbuh dewasa dengan keluarga yang broken home tentu bukan hal yang mudah bagi Astrid. Hidupnya yang lebih banyak pahit, ketimbang manisnya ini memang berat. Dan korban broken home, biasanya juga identik dengan sandwich generation dimana sepeninggal orangtuanya, selain harus menghidupi dirinya sendiri, dia juga harus mengurus Willa si adik tiri, anak yang dilahirkan ibunya dari bapak yang berbeda. Perbedaan usia yang terpaut cukup jauh, dua belas tahun, membuat Astrid mengurus adiknya ini seperti layaknya anaknya sendiri. Aku juga adik kandung yang terpaut usianya sepuluh tahun. Apalagi dulu mama meninggal saat adik masih kecil, yang artinya aku mengurusnya sejak kecil sampai dewasa sekarang ini layaknya bukan lagi seperti adik, tapi seperti anak, ya kayak Astrid ke Willa ini.

Broken home tidak hanya meninggalkan sisi ekonomi, tapi yang paling sering terlupakan adalah sisi psikologis sang anak. Bohong banget kalo ada yang merasa tidak apa-apa karena broken home. Dibalik bahagianya seseorang, pasti ada luka yang tidak akan menutup di hati. Butuh proses dan itu tidak mudah. Perlu waktu. Jadi, semua anak berhak bahagia, sekalipun anak broken home seperti Astrid dan Willa ini. Meski dia harus pontang-panting dan bekerja serabutan demi menghidupi dirinya dan adiknya, pada masanya nanti Astrid akan menemukan kebahagiaan.

“Apa salahku… kalau papaku..jahat? Aku kan tidak bisa memilih.. siapa orangtuaku. Kalau bisa, aku pasti lebih suka punya papa yang baik. Kayak papanya Adis, teman SDku..” (hlm. 105)

Download Novel Cinderella Tanpa Sepatu Kaca Indah Hanaco Pdf

#Cinderella Tanpa Sepatu Kaca pdf #download novel Cinderella Tanpa Sepatu Kaca pdf #download pdf Cinderella Tanpa Sepatu Kaca #download novel gratis #baca novel gratis #novel pdf gratis #ebook novel gratis #download pdf novel wattpad gratis #download novel pdf #novel romantis pdf #novel romantis gratis #baca novel romantis gratis


2 comments

  1. Replies
    1. Link sudah diperbaiki ya.. Silahkan didownload ulang ( ≧∇≦ )/

      Delete

Jika mau laporan Link Error gunakan bahasa yang sopan dan tulis keterangan error nya yaa dan sebelum laporan Link Error pastikan kamu sudah membaca [Panduan] dengan baik ღゝ◡╹ )ノ♡