Pemberitahuan
Tolong dibaca ulang menu [Panduan] ada tutorial download terbaru untuk Zippyshare.
Link Download
Web belum pulih sepenuhnya masih banyak link mati. Jadi kalau kalian gak bisa download filenya silahkan berkomentar yaa itu sangat membantu.

Mata Yang Enak Dipandang - Ahmad Tohari

Gambar Produk
218 Halaman
Ukuran 2 Mb
Buku ini memuat lima belas cerita pendek. Tiga belas diantaranya memakai aktor utama manusia pinggiran dengan segala pernak-perniknya. Sedangkan dua judul lain, ‘Salam Penyangga Dari Langit’ dan ‘Bulan Kuning Sudah Tenggelam’ menggunakan aktor dengan status keluarga berada. Namun tetap saja, ceritanya dibalut dengan momen-momen nelangsa, mistis, dan juga sederhana.

Topik mengenai beban kemlaratan juga bisa ditemui di buku ini. ‘Mata Yang Enak Dipandang’, ‘Daruan’, ‘Sayur Bleketupuk’, ‘Dawir, Turah, dan Totol’, serta ‘Harta Gantungan’ merupakan judul tulisan yang memuat topik tersebut. Secara umum, kelima cerita ini mengulas asa dari manusia pinggiran yang belum dikabulkan. Tapi ikhtiar harus tetap ditunaikan sebagai wujud ejawantah manusia hidup di jagat raya.

Memang kemlaratan bukan satu-satunya penentu manusia bisa melanjutkan hidup atau tidak. Tapi harus diakui bahwa kesuksesan manusia hampir-hampir selalu diukur dari kepemilikan harta benda. Cerita pendek Daruan misalnya. Novelis baru yang ingin menjemput rezeki setelah karyanya berhasil diterbitkan oleh Muji, sahabatnya sejak SMA. Dimodali dari menjual cincin istrinya, Daruan berangkat untuk menagih honor sebagai penulis novel. Sesampainya di rumah Muji, Daruan hanya memperoleh harapan agar novelnya laku keras (hlm. 39-49). Cerita ini membangunkan manusia bahwa tiap rencana tidak melulu berjalan mulus. Namun ikhtiar tidak boleh ditinggalkan, perkara berhasil atau tidak, Maha Pemberi Rezeki yang akan menjawab.

Di halaman lain, pembaca akan menemukan cerita pendek tentang kehidupan perempuan sebagai pelacur. Judul ‘Bila Jebris Ada di Rumah Kami’ dan ‘Rusmi Ingin Pulang’ mewakili topik kepelacuran. Status yang kerap dipandang sebelah mata oleh manusia lainnya. Keberadaannya sering dianggap sebagai aib.

Topik yang sama juga ada di cerita pendek ‘Warung Penajem’. Mungkin sekarang masih ada beberapa pedagang yang menggunakan penglaris untuk mengundang lebih banyak pengunjung. Penglaris ini mengharuskan adanya pemenuhan syarat atau penajem. Salah satu syaratnya yakni tubuh pasiennya sendiri. Seperti yang dilakukan Jum, istri Kartawi. Meskipun dengan dalih perbaikan ekonomi dan tanpa ada rasa saling suka ketika bermain, tetap saja Kartawi sulit untuk menerima kenyataan (hlm. 51-61).

Keberadaan pelacur seringkali mendapat cemoohan, penggunjingan, pengucilan, sampai-sampai pengusiran seolah-olah halal dialamatkan pada seorang pelacur. Padahal siapa tahu, ada satu dua ibadah ringannya yang lebih berkesan kepada Tuhan. Kebanyakan manusia hanya pandai menilai luar. Kedalaman manusia dan amalnya, meski pelacur sekalipun, buktinya tetap memperoleh rezeki, kasih sayang, bahkan keselamatan dunia dan akhirat, dan itu sudah menjadi hak prerogatif Maha Penguasa.

Berbeda dengan cerita pendek ‘Akhirnya Karsim Menyeberang Jalan’, dan ‘Pemandangan Perut’. Kedua cerita pendek ini mengulas dunia yang sulit dijangkau manusia dengan panca inderanya, kecuali manusia yang memang diberi kelebihan melihat oleh-Nya. Seperti Sardupi yang tertawa tiap kali melihat perut manusia lain. Bagi Sardupi, perut manusia punya pandangan bermacam-macam. Namun perut dengan pemandangan terbaik hanya dimiliki anak-anak (hlm. 143-153).

Download Novel Mata Yang Enak Dipandang Ahmad Tohari Pdf

#Mata Yang Enak Dipandang pdf #download novel Mata Yang Enak Dipandang pdf #download pdf Mata Yang Enak Dipandang #download novel gratis #baca novel gratis #novel pdf gratis #ebook novel gratis #download pdf novel wattpad gratis #download novel pdf #novel romantis pdf #novel romantis gratis #baca novel romantis gratis


Post a Comment